Bangkinang Kota — Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Prof. Dr. Arif Santriwati melakukan kunjungan kerja ke Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Jumat (6/2), untuk meninjau langsung pengembangan Kebun Raya Universitas Pahlawan yang diproyeksikan menjadi pusat konservasi dan riset biodiversitas di Kabupaten Kampar.
Kunjungan tersebut disambut Wakil Bupati Kampar Dr. Mishati, S.Ag., M.Si bersama sejumlah pejabat daerah, perwakilan Pemerintah Provinsi Riau, pimpinan universitas, serta civitas akademika Universitas Pahlawan.
Dalam sambutannya, Mishati menegaskan bahwa kunjungan Kepala BRIN bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momentum penting untuk memperkuat komitmen daerah dalam mendorong riset dan inovasi, khususnya di bidang lingkungan dan konservasi.
“Kami merasa bangga atas kehadiran Kepala BRIN di Universitas Pahlawan. Kehadiran beliau menjadi motivasi bagi kami untuk terus mengembangkan riset dan inovasi yang bermanfaat bagi daerah, terutama dalam menjaga kelestarian lingkungan,” ujar Mishati.
Menurut dia, keberadaan kebun raya tersebut diharapkan menjadi laboratorium alam yang dapat dimanfaatkan mahasiswa, peneliti, dan akademisi untuk mengkaji keanekaragaman hayati, tanaman obat, serta flora khas Kampar dan Provinsi Riau.
Selain itu, kebun raya juga diharapkan menjadi pusat riset unggulan yang tidak hanya berdampak pada pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
Kepala BRIN Prof. Dr. Arif Santriwati mengatakan, kebun raya yang dikelola perguruan tinggi merupakan kawasan konservasi tumbuhan ex-situ, yakni pelestarian tanaman di luar habitat aslinya, yang ditata secara ilmiah berdasarkan taksonomi, bioregion, maupun pendekatan tematik.
“Kami siap mendukung Universitas Pahlawan dalam membangun Kebun Raya Hortus Botanicus sebagai bagian dari upaya menjaga keseimbangan ekosistem dan menghadapi tantangan pemanasan global akibat peningkatan emisi gas rumah kaca,” kata Arif.
Ia menjelaskan, saat ini baru terdapat empat perguruan tinggi di Indonesia yang memiliki kebun raya, yakni Institut Teknologi Sumatera, Universitas Palangka Raya, Universitas Halu Oleo, dan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai.
Arif optimistis kebun raya Universitas Pahlawan akan berkembang menjadi pusat penelitian biodiversitas sekaligus ikon baru daerah. Selain fungsi ilmiah, kawasan tersebut juga berpotensi menjadi destinasi wisata edukasi yang dapat meningkatkan daya tarik Kabupaten Kampar dan Provinsi Riau.
Kunjungan kerja Kepala BRIN ditutup dengan penanaman pohon bersama dan peninjauan langsung kawasan kebun raya sebagai simbol komitmen bersama dalam mendukung pengembangan riset dan pelestarian lingkungan di daerah.(Advertorial)
#Kampar