KAMPAR - Politeknik Kampar melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) menggelar kegiatan edukasi bertajuk “Peningkatan Literasi Sawit Berkelanjutan bagi Siswa SMAN 2 Rumbio Jaya” di SMA Negeri 2 Rumbio Jaya, Kecamatan Rumbio Jaya, Kabupaten Kampar, Riau.
Kegiatan ini diikuti oleh puluhan siswa dan didampingi oleh pihak sekolah. Edukasi tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman siswa mengenai konsep kelapa sawit berkelanjutan di tengah maraknya isu negatif yang beredar di masyarakat.
Ketua Tim PKM Politeknik Kampar, Ardiansyah Hamid, mengatakan bahwa selama ini kelapa sawit kerap dipersepsikan sebagai komoditas yang merusak lingkungan tanpa melihat aspek pengelolaannya.
“Masih banyak isu negatif tentang sawit yang tidak sepenuhnya berbasis pada fakta ilmiah. Melalui kegiatan ini, kami ingin meluruskan pemahaman bahwa masalah utama bukan pada sawitnya, melainkan pada cara pengelolaannya. Sawit dapat memberikan manfaat besar jika dikelola secara berkelanjutan,” ujar Ardiansyah, Rabu.
Dalam pemaparannya, tim PKM menyampaikan materi terkait tiga pilar utama sawit berkelanjutan, yakni keberlanjutan lingkungan, ekonomi, dan sosial. Para siswa diajak memahami bahwa pengelolaan sawit harus tetap menjaga kelestarian lingkungan, mendorong kesejahteraan masyarakat, serta menjaga keharmonisan sosial di lingkungan sekitar.
Kegiatan ini juga dikemas secara interaktif. Selain menerima materi, para siswa terlibat dalam diskusi dan sesi tanya jawab terkait berbagai isu kelapa sawit yang kerap mereka temui, baik melalui media sosial maupun dari lingkungan sekitar.
Kabag Humas SMAN 2 Rumbio Jaya, Budi Irawan, mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, edukasi literasi sawit sangat relevan bagi siswa di Riau yang merupakan salah satu daerah penghasil kelapa sawit terbesar di Indonesia.
“Kami berharap siswa tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki wawasan yang benar dan kritis terhadap isu-isu pembangunan, termasuk isu sawit,” kata Budi.
Salah seorang siswa peserta kegiatan mengaku memperoleh sudut pandang baru terkait kelapa sawit.
“Sebelumnya saya mengira sawit selalu merusak lingkungan. Setelah mengikuti kegiatan ini, saya jadi paham bahwa sawit bisa berkelanjutan jika dikelola dengan baik,” ujarnya.
Melalui program ini, para siswa diharapkan dapat menjadi agen literasi di lingkungan masing-masing, sekaligus membantu menyebarkan informasi yang benar dan menangkal hoaks serta misinformasi terkait kelapa sawit.
Tim PKM Politeknik Kampar menegaskan bahwa kegiatan serupa akan terus dikembangkan dan ditargetkan menjangkau lebih banyak sekolah di Kabupaten Kampar dan wilayah Riau lainnya sebagai upaya menanamkan pemahaman pembangunan berkelanjutan sejak dini.(Advertorial)
#Kampar