Madrasah Dibangun dari Adat, Kampar Perkuat Pendidikan Islam Sejak Usia Dini

Madrasah Dibangun dari Adat, Kampar Perkuat Pendidikan Islam Sejak Usia Dini

Bangkinang Kota, Kampar - Di tengah tantangan pembangunan pendidikan yang semakin kompleks, inisiatif masyarakat adat kembali menunjukkan perannya sebagai penopang utama pembangunan sumber daya manusia.

Wakil Bupati Kampar Misharti Selasa (22/1/2026), menerima silaturahmi Ninik Mamak Kenegerian Lipat Kain yang menyampaikan undangan peletakan batu pertama pembangunan Madrasah Ibtidaiyah (MI) di wilayah Kenegerian Lipat Kain Selatan.

Silaturahmi yang berlangsung di Ruang Rapat Wakil Bupati Lantai II Kantor Bupati Kampar tersebut tidak sekadar menjadi agenda seremonial.

Pertemuan ini mencerminkan pertemuan nilai antara pemerintah daerah dan pemangku adat dalam memandang pendidikan sebagai investasi jangka panjang bagi masa depan daerah.

Perwakilan Ninik Mamak Kenegerian Lipat Kain, Datuok Tanaro Darman, menegaskan bahwa pembangunan Madrasah Ibtidaiyah ini lahir dari kesadaran kolektif masyarakat adat.

Madrasah tersebut berada di bawah yayasan Ninik Mamak Kenegerian Lipat Kain Selatan dan direncanakan melakukan peletakan batu pertama pada 22 Januari 2026.

“Madrasah ini kami niatkan sebagai ruang pembinaan pendidikan agama sejak usia dini. Harapannya, anak-anak kami tumbuh menjadi generasi yang beriman, berakhlak mulia, serta memiliki ilmu pengetahuan yang seimbang,” ujar Datuok Tanaro Darman.

Menurutnya, peran ninik mamak dalam mendirikan madrasah merupakan wujud tanggung jawab adat untuk menjaga kesinambungan nilai Islam dan budaya Melayu. Di tengah arus modernisasi, pendidikan berbasis agama dan adat dipandang sebagai benteng moral bagi generasi muda.

Wakil Bupati Kampar Misharti menyambut baik langkah tersebut dan menyatakan bahwa pemerintah daerah memberikan dukungan penuh terhadap pembangunan sarana pendidikan, khususnya madrasah.

Ia menilai keberadaan madrasah tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan formal, tetapi juga sebagai ruang pembentukan karakter dan etika sosial.

“Sinergi antara pemerintah daerah, tokoh adat, dan masyarakat merupakan kekuatan utama dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan. Pendidikan keagamaan menjadi fondasi penting dalam membentuk generasi Kampar yang berdaya saing, tetapi tetap berakar pada nilai-nilai luhur,” kata Misharti.

Dukungan juga datang dari legislatif. Anggota DPRD Kabupaten Kampar sekaligus Ketua Fraksi NasDem DPRD Kampar, Eko Sutrisno, yang merupakan putra daerah Rantau Kampar Kiri, menilai pembangunan Madrasah Ibtidaiyah di Kenegerian Lipat Kain sebagai langkah strategis dan visioner.

Menurut Eko, inisiatif Ninik Mamak menunjukkan bahwa pembangunan pendidikan tidak selalu harus menunggu program pemerintah, melainkan dapat dimulai dari kesadaran dan kebutuhan riil masyarakat.

“Ini contoh nyata bagaimana masyarakat adat mengambil peran dalam membangun masa depan daerahnya. Madrasah bukan hanya tempat belajar membaca dan menulis, tetapi tempat membangun karakter, moral, dan jati diri anak-anak Kampar,” ujar Eko Sutrisno.

Ia menambahkan, Fraksi NasDem DPRD Kampar mendorong agar pemerintah daerah memberikan perhatian berkelanjutan terhadap madrasah dan lembaga pendidikan keagamaan, baik melalui kebijakan, penganggaran, maupun pendampingan kelembagaan.

“Sebagai wakil rakyat dari Kampar Kiri, saya melihat langsung kebutuhan masyarakat akan pendidikan Islam yang berkualitas dan merata. DPRD siap menjadi jembatan aspirasi agar pembangunan seperti ini mendapat dukungan kebijakan yang memadai,” kata Eko.

Lebih jauh, Eko menilai kolaborasi antara pemerintah daerah, DPRD, dan ninik mamak merupakan model pembangunan yang relevan dengan karakter Kampar sebagai daerah yang kuat dengan nilai adat dan agama.

Silaturahmi tersebut sekaligus menjadi simbol komitmen bersama untuk menjaga hubungan harmonis antara Pemerintah Kabupaten Kampar dan Ninik Mamak Kenegerian Lipat Kain.

Dalam konteks pembangunan daerah, adat diposisikan bukan sekadar warisan budaya, melainkan mitra strategis dalam merancang masa depan sosial dan pendidikan masyarakat.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut Kepala Badan Kesbangpol Kampar Mahadi dan Lurah Kampar Kiri Andi Sukma, menegaskan dukungan lintas sektor terhadap pembangunan Madrasah Ibtidaiyah yang diharapkan menjadi pusat pendidikan dan pembinaan generasi muda di Kenegerian Lipat Kain.(Advertorial)

#Kampar