Bangkinang Kota – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Kampar mulai mematangkan skema pengamanan menjelang pelaksanaan tradisi keagamaan dan budaya Ayi Ayo Onam atau Hari Raya Enam. Tradisi tahunan yang selalu menyedot perhatian ribuan masyarakat ini diprediksi kembali menghadirkan lonjakan pengunjung, sehingga pengamanan menjadi fokus utama pemerintah daerah.
Kepala Satpol PP Kampar, Zulfikar, menegaskan pihaknya telah menyiapkan langkah-langkah strategis guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan tertib, aman, dan tetap khidmat.
“Setiap tahun antusiasme masyarakat sangat tinggi. Karena itu, kami mempersiapkan pengamanan secara maksimal, baik dari sisi personel maupun pengaturan teknis di lapangan,” ujar Zulfikar usai rapat koordinasi, Rabu (25/03/2026).
Rapat persiapan tersebut dipimpin Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kampar, Ardi Mardiansyah, mewakili Bupati Kampar Ahmad Yuzar. Pertemuan berlangsung di ruang rapat Sekda dan melibatkan sejumlah perangkat daerah serta unsur terkait, dengan Satpol PP menjadi salah satu leading sector dalam penanganan ketertiban umum.
Dalam forum itu, Zulfikar bersama jajaran, termasuk Kabid Trantib Satpol PP Kampar Hamdanis, memaparkan sejumlah rencana pengamanan. Fokus utama meliputi penjagaan di titik-titik ziarah, pengaturan arus kunjungan masyarakat, hingga pengawalan kepala daerah dan unsur Forkopimda selama prosesi berlangsung.
Ia menjelaskan, tradisi Ayi Ayo Onam yang dilaksanakan enam hari setelah Idul Fitri bukan sekadar kegiatan keagamaan, tetapi juga momentum budaya yang memiliki nilai historis dan emosional bagi masyarakat Kampar, khususnya di wilayah Bangkinang dan sekitarnya.
“Karena ini menyangkut tradisi yang sakral sekaligus melibatkan massa dalam jumlah besar, maka pengaturan harus detail. Kami sudah memetakan titik keramaian dan jalur mobilitas masyarakat,” katanya.
Berdasarkan jadwal, prosesi ziarah akan dimulai pada Sabtu pagi, 28 Maret 2026, dari Pemakaman Musiro di Kampung Godang, Desa Pulau Lawas. Rombongan pemerintah daerah bersama unsur Forkopimda dijadwalkan memulai kegiatan sejak pukul 06.30 WIB sebelum melanjutkan ke sejumlah lokasi pemakaman lainnya.
Tak hanya itu, rangkaian kegiatan juga akan diawali dengan Festival Lomang yang digelar sehari sebelumnya, Jumat, 27 Maret 2026, di Desa Pulau Lawas. Kegiatan ini menjadi bagian tak terpisahkan dari tradisi Hari Raya Enam dan kerap menarik kehadiran masyarakat dalam jumlah besar.
Zulfikar menegaskan, Satpol PP tidak hanya fokus pada pengamanan saat puncak ziarah, tetapi juga pada seluruh rangkaian kegiatan, termasuk festival budaya tersebut.
“Kami siagakan personel sejak awal rangkaian kegiatan. Pengamanan dilakukan secara terpadu bersama aparat kepolisian, perangkat desa, serta tokoh masyarakat,” ujarnya.
Selain pengamanan fisik, Satpol PP juga akan melakukan pengaturan lalu lintas kunjungan guna menghindari penumpukan massa di lokasi tertentu. Skema rekayasa pergerakan masyarakat disiapkan agar arus peziarah tetap lancar dan tidak mengganggu jalannya prosesi utama.
Ia menambahkan, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan pengamanan. Oleh karena itu, pihaknya terus memperkuat koordinasi dengan seluruh pihak terkait demi menciptakan situasi yang kondusif.
“Ini bukan hanya tugas Satpol PP, tapi kerja bersama. Dengan sinergi yang baik, kita optimistis kegiatan berjalan aman dan tertib,” ucapnya.
Rangkaian Ayi Ayo Onam dijadwalkan berakhir di Masjid Mujahidin Desa Muara Uwai. Di lokasi tersebut, rombongan pemerintah daerah dan masyarakat akan berkumpul dalam agenda makan bersama sebagai penutup kegiatan, yang juga menjadi simbol kebersamaan dan silaturahmi.
Bagi Satpol PP Kampar, pengamanan tradisi ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan bagian dari upaya menjaga warisan budaya sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat yang menjalankan tradisi.
“Yang kita jaga bukan hanya ketertiban, tapi juga kekhidmatan dan nilai kebersamaan dalam tradisi ini,” kata Zulfikar.
Dengan berbagai persiapan yang terus dimatangkan, Satpol PP Kampar optimistis pelaksanaan Ayi Ayo Onam tahun ini dapat berlangsung lebih tertib, aman, dan terkoordinasi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
#Kampar