Satpol PP Kampar Kawal Festival Lomang Jelang Ayi Ayo Onam, Pengamanan Diperketat Sejak Pagi

Satpol PP Kampar Kawal Festival Lomang Jelang Ayi Ayo Onam, Pengamanan Diperketat Sejak Pagi

BANGKINANG – Peran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Kampar mencuri perhatian dalam pengamanan Festival Lomang yang digelar di Dusun Kampung Godang, Desa Pulau Lawas, Kecamatan Bangkinang, Jumat (27/3/2026). Menjelang tradisi Ayi Ayo Onam atau Raya Ziarah Kubur 1447 H, aparat penegak perda ini menjadi garda terdepan dalam memastikan seluruh rangkaian kegiatan budaya berlangsung tertib dan aman.

Sejak pagi hari, puluhan personel Satpol PP telah disiagakan di berbagai titik strategis lokasi acara. Mereka tidak hanya mengatur arus keluar-masuk pengunjung, tetapi juga mengawasi area pembakaran lomang yang menggunakan tungku tradisional, guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan maupun risiko keselamatan.

Festival yang dibuka langsung oleh Bupati Kampar Ahmad Yuzar tersebut berlangsung meriah dengan dihadiri masyarakat dari berbagai wilayah di sekitar Pulau Lawas. Di tengah tingginya antusiasme warga, kehadiran Satpol PP menjadi elemen penting yang menjaga stabilitas dan kenyamanan jalannya acara.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kasatpol PP Kampar, Zulfikar, mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan persiapan pengamanan secara matang sebelum kegiatan berlangsung. Penempatan personel dilakukan dengan mempertimbangkan titik keramaian, jalur mobilitas masyarakat, hingga lokasi perlombaan dan penilaian lomang.

“Sejak awal kami sudah memetakan potensi kerawanan dan menempatkan anggota di titik-titik vital. Tujuannya agar seluruh rangkaian festival berjalan lancar tanpa gangguan,” ujar Zulfikar di sela kegiatan.

Ia menegaskan, tugas Satpol PP dalam kegiatan ini tidak hanya sebatas menjaga ketertiban, tetapi juga memastikan masyarakat dapat mengikuti tradisi dengan rasa aman dan nyaman. Apalagi Festival Lomang menjadi bagian tak terpisahkan dari rangkaian Ayi Ayo Onam yang setiap tahunnya melibatkan banyak warga.

Menurutnya, pengamanan yang dilakukan mencakup pengaturan kerumunan, pengawasan jalur lalu lintas di sekitar lokasi, serta mitigasi risiko di area pembakaran lomang yang identik dengan penggunaan api terbuka. Personel juga aktif berkoordinasi dengan panitia lokal untuk memastikan seluruh agenda, termasuk lomba dan penilaian, berjalan sesuai rencana.

“Keselamatan masyarakat menjadi prioritas. Karena itu, kami juga fokus pada area yang berpotensi menimbulkan risiko, seperti tungku pembakaran lomang,” katanya.

Zulfikar turut mengapresiasi kinerja personel di lapangan yang dinilai sigap dan profesional dalam menjalankan tugas. Ia menyebut keterlibatan Satpol PP dalam kegiatan budaya merupakan bagian dari komitmen institusi untuk mendukung pelestarian tradisi daerah.

“Kami ingin memastikan kegiatan masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan budaya, dapat berlangsung dengan tertib, aman, dan tetap menjunjung nilai kebersamaan,” tambahnya.

Selain itu, kehadiran Satpol PP juga memberikan rasa aman bagi masyarakat yang datang, baik sebagai peserta maupun pengunjung. Situasi kondusif yang tercipta membuat festival berlangsung lancar dari pembukaan hingga agenda makan lomang bersama.

Festival Lomang sendiri menjadi salah satu tradisi khas masyarakat Kampar dalam menyambut Ayi Ayo Onam. Selain sebagai ajang pelestarian budaya, kegiatan ini juga mempererat hubungan sosial antarwarga.

Dengan pengamanan yang maksimal dari Satpol PP Kampar, seluruh rangkaian acara tahun ini berjalan tertib dan minim gangguan. Pemerintah daerah pun berharap sinergi antara aparat dan masyarakat ini dapat terus terjaga, sehingga setiap agenda budaya di Kampar dapat terselenggara dengan aman dan sukses.(ADV)

#Kampar