Kampar – Pelaksana Tugas Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Kampar, Zulfikar, menekankan pentingnya menjadikan peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW sebagai momentum untuk memperkuat disiplin, integritas, dan moral aparatur pemerintah.
Zulfikar menyampaikan hal tersebut bertepatan dengan peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang jatuh pada 27 Rajab 1447 Hijriah atau Jumat, 16 Januari 2026.
Menurut Zulfikar, peristiwa Isra Mi’raj bukan sekadar peringatan keagamaan, tetapi memiliki nilai strategis dalam membentuk karakter aparatur negara, terutama melalui ajaran kedisiplinan yang terkandung dalam perintah salat lima waktu.
“Nilai-nilai spiritual dari Isra Mi’raj harus tercermin dalam etos kerja aparatur, khususnya bagi Satpol PP yang memiliki tanggung jawab besar dalam penegakan peraturan daerah dan pelayanan kepada masyarakat,” kata Zulfikar, Jumat, 16 Januari 2026.
Ia menegaskan, Satpol PP dituntut menjalankan tugas secara profesional, humanis, dan berintegritas. Karena itu, penguatan nilai keagamaan dinilai menjadi salah satu fondasi penting dalam menunjang kinerja aparat di lapangan.
Zulfikar juga menyinggung identitas Kabupaten Kampar sebagai Kota Serambi Mekkah Provinsi Riau. Menurut dia, predikat tersebut harus diwujudkan dalam sikap dan perilaku aparatur pemerintah, sejalan dengan semboyan pemerintahan Kampar di Hati di bawah kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Kampar Ahmad Yuzar–Misharti.
Ia berharap peringatan Isra Mi’raj tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata, tetapi menjadi sarana refleksi untuk memperbaiki kualitas pelayanan publik serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah.(Advertorial)
#Kampar