Masjid Al-Fitriyah YPI Tasnur Riau Diresmikan Wabup Kampar

Masjid Al-Fitriyah YPI Tasnur Riau Diresmikan Wabup Kampar

TAMBANG – Wakil Bupati Kampar, Dr Misharti SAg MSi, meresmikan Masjid Al-Fitriyah sekaligus menghadiri peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah di Komplek Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Tasnur Riau, Desa Kualu, Kecamatan Tambang, Jumat (16/1/2026).

Peresmian masjid tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan keagamaan yang diikuti oleh unsur Forkopimcam Tambang, Plt Sekretaris Camat Tambang, Rektor Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) Dr Saidul Amin MA, pendiri Masjid Al-Fitriyah Tantasir Hasyim, ninik mamak, tokoh masyarakat, serta jamaah dan civitas YPI Tasnur Riau.

Dalam sambutannya, Misharti mengapresiasi dedikasi keluarga besar YPI Tasnur Riau yang telah membangun fasilitas ibadah di lingkungan pendidikan. Ia menegaskan, masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga harus menjadi pusat pembinaan generasi muda.

“Masjid bukan sekadar bangunan fisik dengan kubah yang megah, tetapi harus menjadi pusat pendidikan Islam untuk membentuk generasi yang berakhlak melalui nilai-nilai Al-Qur’an dan Sunnah,” ujar Misharti.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga pendidikan dalam menciptakan masyarakat Kampar yang agamis dan berdaya saing. Menurutnya, keberadaan masjid di lingkungan sekolah merupakan langkah strategis untuk menyeimbangkan kecerdasan intelektual dan spiritual peserta didik.

Prosesi peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Wakil Bupati Kampar, didampingi pengurus yayasan dan unsur Kecamatan Tambang, serta pembukaan selubung nama Masjid Al-Fitriyah.

Usai peresmian, kegiatan dilanjutkan dengan tabligh akbar dalam rangka memperingati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 H. Dalam tausiyahnya, Misharti mengajak jamaah untuk memaknai peristiwa Isra Mi’raj sebagai momentum meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan.

“Jika Rasulullah SAW menembus Sidratul Muntaha untuk menerima perintah salat, maka kita harus mampu menembus batas kemalasan dan ketidaktahuan untuk menjadi pribadi yang lebih taat dan peduli kepada sesama,” katanya.

Misharti juga mengingatkan bahwa di tengah tantangan zaman dan derasnya arus digitalisasi, masjid harus berperan sebagai benteng moral, khususnya bagi generasi muda.

Sementara itu, pendiri Masjid Al-Fitriyah, Tantasir Hasyim, menyampaikan terima kasih atas dukungan Pemerintah Kabupaten Kampar. Ia menjelaskan bahwa pembangunan masjid tersebut merupakan hasil swadaya dan bantuan para donatur.

“Kami berkomitmen menjadikan Masjid Al-Fitriyah sebagai pusat pembelajaran Islam bagi santri dan masyarakat sekitar. Terima kasih atas motivasi dan arahan dari Ibu Wakil Bupati,” ujarnya.(Advertorial)

#Kampar