BANGKINANG KOTA — Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kampar, Aidil, menegaskan bahwa pelaksanaan Operasi Keselamatan Lancang Kuning (LK) 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat kesadaran dan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas di wilayah Kabupaten Kampar. Hal ini disampaikannya usai menghadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Keselamatan Lancang Kuning 2026 di halaman Polres Kampar, Senin (2/2/2026).
Menurut Aidil, operasi yang melibatkan berbagai unsur lintas sektor ini tidak hanya berfokus pada penindakan, tetapi juga menitikberatkan pendekatan edukatif dan preventif guna menekan angka pelanggaran serta kecelakaan lalu lintas.
“Operasi ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar lebih tertib dan patuh terhadap aturan lalu lintas. Keselamatan di jalan raya merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya aparat, tetapi juga seluruh pengguna jalan,” kata Aidil.
Apel gelar pasukan tersebut dipimpin oleh Wakapolres Kampar, Riski Hidayat, dan diikuti personel gabungan dari kepolisian, unsur TNI, serta aparat pemerintah daerah, termasuk jajaran Satpol PP Kabupaten Kampar yang dipimpin Plt Kasatpol PP, Zulfikar.
Dalam amanatnya, Riski Hidayat menegaskan bahwa Operasi Keselamatan Lancang Kuning 2026 bertujuan untuk meningkatkan simpati masyarakat terhadap aparat lalu lintas melalui pendekatan humanis, serta mengedepankan kegiatan preemtif, preventif, dan penegakan hukum secara proporsional.
“Operasi ini difokuskan untuk membangun kesadaran masyarakat sekaligus menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas. Penegakan hukum akan dilakukan secara humanis, dengan dukungan teknologi tilang elektronik mobile atau E-TLE,” ujarnya.
Usai pelaksanaan apel, kegiatan dilanjutkan dengan rapat koordinasi eksternal di ruang rapat Mapolres Kampar. Rapat tersebut membahas strategi pelaksanaan operasi, pembagian tugas, serta langkah-langkah sinergis antarinstansi guna memastikan operasi berjalan efektif.
Aidil menambahkan, pihaknya melalui Dinas Perhubungan akan memperkuat koordinasi dengan kepolisian dan instansi terkait untuk mendukung kelancaran operasi, khususnya dalam aspek manajemen dan rekayasa lalu lintas, serta edukasi kepada masyarakat.
“Kami siap mendukung penuh operasi ini melalui pengawasan di lapangan, sosialisasi, serta upaya peningkatan keselamatan transportasi. Harapannya, operasi ini dapat menciptakan budaya tertib berlalu lintas yang berkelanjutan di Kampar,” katanya.
Operasi Keselamatan Lancang Kuning 2026 akan difokuskan pada penindakan terhadap sembilan prioritas pelanggaran lalu lintas, termasuk penggunaan ponsel saat berkendara, tidak memakai helm, melawan arus, serta pelanggaran lain yang berpotensi menyebabkan kecelakaan.
Melalui sinergi lintas sektor, pemerintah daerah bersama aparat kepolisian berharap operasi ini dapat menekan angka kecelakaan lalu lintas dan meningkatkan keselamatan masyarakat, sekaligus menciptakan kondisi lalu lintas yang aman, tertib, dan lancar di wilayah Kampar.(Advertorial)
#Kampar